Allahu Akbar

“Allahu Akbar”

Pagi ini aku di ajak mas Alfin untuk datang ke acara “karnaval” penyambutan tahun baru Islam. Disana banyak sekali aktivis islam yang berkumpul. Intinya mereka menginginkan tahun baru = semangat baru = dunia baru. Bukan kebobrokkan yang selama ini ada.

Tiap orang disana dengan semangatnya memekikkan kata “Allahu Akbar”. Sungguh hati ini bergetar tak karuan, teringat aku akan dosa-dosaku. Ough, tak perlu jauh-jauh mengubah dunia, mengubah diriku saja aku tidak bisa. So?

Takbir itu semakin keras terdengar seiring terik matahari yang membakar kulit dan kepala. Maka tiap kalimat takbir itu selalu “menamparku”. Tidak sekali aku mendengar kalimat itu, tapi tiap kali mendengarnya selalu merinding hati ini. Betapa kecilnya aku di hadapnya.

One Response to “Allahu Akbar”

  1. the ArtWork Says:

    Ah Gusti….
    dosa2 qt terlalu banyak hingga seumur hidup kita seharusnya hanya untukNYA….

    bahkan untuk hal2 sekecil tugas-tugas kuliah.
    Rasanya rugi kalo niat kita melenceng dikiiit aj.

    Ia sungguh MAha Tahu…

Leave a Reply